Tugas Sosial Dasar (3) [2017.07.11]
ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI, AGAMA DAN KEMISKINAN
Ilmu pengetahuan dan teknologi
Ilmu Pengetahuan berasal dari dua kata,
yaitu “ilmu” dan “pengetahuan” yang memiliki arti tersendiri. Keseluruhannya
telah lama dipersoalkan oleh ahli filsafat seperti Socrates, Plato, dan Aristoteles
dimana teori ilmu pengetahuan merupakan cabang atau sistem filsafat. Oleh J.P
Farrier dalam institutes of metaphiscs (1854), pemikiran tentang teori pengetahuan
itu disebut ”epistemologi” (epistem=pengetahuan, logos=pembicaraan/ilmu).
Menurut Immanuel Kant, pengetahuan
merupakan persatuan budi dan pengalaman. dari berbagai macam pandangan tentang
pengetahuan di peroleh sumber-sumber pengetahuan berupa ide, kenyataan,
kegiatan akal-budi, pengalaman, sentesis budi atau meragukan karena tak adanya
sarana untuk mencapai pengetahuan yang pasti.
Dalam penerapan sebuah ilmu pengetahuan
akan memunculkan sebuah hambatan sosial. Hal ini disebabkan, pola pikir ilmiah
tidak mempertimbangkan nilai moral dan dampak terhadap sosial ekonomi.Sebab
manusia tidak selalu sadar dengan hal ini,dan manusia yang paling sederhanapun
hanya sedikit peduli terhadap sosial ekonomi.
Istilah teknologi berasal dari kata techne dan logia. Kata yunani kuno techne
berarti seni kerajinan. Dari techne
kemudian lahirlah perkataan technikos
yang berarti seseorang yang memiliki keterampilan tertentu. Dengan
berkembangnya keterampilan seseorang yang menjadi semakin tetap karena
menunjukkan suatu pola, langkah, dan metode yang pasti, keterampilan itu lalu
menjadi teknik.
Sampai pada permulaan abad XX ini, istilah
teknologi telah dipakai secara umum dan merangkum suatu rangkaian sarana,
proses, dan ide disamping alat-alat dan mesin-mesin. Perluasan arti itu
berjalan terus sampai pertengahan abad ini muncul perumusan teknologi
sebagai sarana atau aktifitas yang dengannya manusia berusaha mengubah dan
menangani lingkungan. Ini merupakan suatu pengertian yang sangat luas karena
setiap sarana perlengkapan maupun kultural tergolong suatu teknologi.
Teknologi dianggap sebagai penerapan ilmu
pengetahuan, dalam pengertian bahwa penerapan itu menuju pada perbuatan atau
perwujudan sesuatu. Kecenderungan ini pun mempunyai suatu akibat dimana kalau
teknologi dianggap sebagai penerapan ilmu pengetahuan, dalam perwujudan
tersebut maka dengan sendirinya setiap jenis teknologi/sebagian ilmu
pengetahuan dapat ada tanpa berpasangan dengan ilmu pengetahuan dan pengetahuan
tentang teknologi perlu disertai oleh pengetahuan akan ilmu pengetahuan yang
menjadi pasangannya.
Demikianlah teknologi adalah segenap
keterampilan manusia menggunakan sumber-sumber daya alam untuk memecahkan
masalah-masalah yang dihadapinya dalam kehidupan. Secara lebih umum dapatlah
bahwa teknologi merupakan suatu sistem penggunaan berbagai sarana yang tersedia
untuk mencapai tujuan-tujuan praktis yang ditentukan.
Teknologi memperlihatkan fenomenanya dalam masyarakat
sebagai hal imperasional dan memiliki otonomi merubah setiap bidang kehidupan
manusia menjadi lingkup teknis. Fenomena teknik pada masyarakat kini, menurut SASTRAPRATEDJA
(1980) memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Rasionalitas,
artinya tindakan spontan oleh tehnik diubah menjadi tindakan yang direncanakan
dengan perhitungan rasional.
2. Artifisialitas,
artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah.
3. Otomatisme,
artinya dalam hal metode, organisasi, dan dan rumuusan dilaksanakan serba
otomatis.
4. Teknis
berkembang pada suatu kebudayaan.
5. Monisme,
artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung.
6. Universalisme,
artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat
menguasai kebudayaan.
7. Otonomi,
artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.
Agama
Agama adalah sebuah koleksi
terorganisir dari kepercayaan, sistem budaya, dan pandangan dunia yang
menghubungkan manusia dengan tatanan/perintah dari kehidupan. Banyak agama
memiliki narasi, simbol, dan sejarah suci yang dimaksudkan untuk
menjelaskan makna hidup dan / atau menjelaskan asal usul kehidupan atau alam
semesta. Dari keyakinan mereka tentang kosmos dan sifat manusia,
orang memperoleh moralitas, etika, hukum agama atau gaya hidup
yang disukai. Menurut beberapa perkiraan, ada sekitar 4.200 agama di dunia.
Menurut Leight,
Keller dan Calhoun, agama terdiri dari beberapa unsur pokok:
- · Kepercayaan agama, yakni suatu prinsip yang dianggap benar tanpa ada keraguan lagi
- · Simbol agama, yakni identitas agama yang dianut umatnya.
- · Praktik keagamaan, yakni hubungan vertikal antara manusia dan Tuhan-Nya, dan hubungan horizontal atau hubungan antarumat beragama sesuai dengan ajaran agama
- · Pengalaman keagamaan, yakni berbagai bentuk pengalaman keagamaan yang dialami oleh penganut-penganut secara pribadi.
- · Umat beragama, yakni penganut masing-masing agama
Enam agama besar yang paling banyak dianut
di Indonesia, yaitu: agama Islam, Kristen (Protestan)
dan Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. Sebelumnya,
pemerintah Indonesia pernah melarang pemeluk Konghucu melaksanakan agamanya
secara terbuka. Namun, melalui Keppress No. 6/2000, Presiden Abdurrahman Wahid
mencabut larangan tersebut. Tetapi sampai kini masih banyak penganut ajaran
agama Konghucu yang mengalami diskriminasi dari pejabat-pejabat pemerintah.
Ada juga penganut
agama Yahudi, Saintologi, Raelianisme dan lain-lainnya,
meskipun jumlahnya termasuk sedikit. Menurut Penetapan Presiden (Penpres)
No.1/PNPS/1965 junto Undang-undang No.5/1969 tentang Pencegahan Penyalahgunaan
dan Penodaan agama dalam penjelasannya pasal demi pasal dijelaskan bahwa
Agama-agama yang dianut oleh sebagian besar penduduk Indonesia adalah: Islam,
Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Meskipun demikian bukan berarti
agama-agama dan kepercayaan lain tidak boleh tumbuh dan berkembang di
Indonesia. Bahkan pemerintah berkewajiban mendorong dan membantu perkembangan
agama-agama tersebut.
Tidak ada istilah agama yang diakui dan
tidak diakui atau agama resmi dan tidak resmi di Indonesia, kesalahan persepsi
ini terjadi karena adanya SK (Surat Keputusan) Menteri Dalam Negeri pada
tahun 1974 tentang pengisian kolom agama pada KTP yang hanya menyatakan kelima
agama tersebut. SK tersebut kemudian dianulir pada masa Presiden Abdurrahman
Wahid karena dianggap bertentangan dengan Pasal 29 Undang-undang Dasar 1945
tentang Kebebasan beragama dan Hak Asasi Manusia.
Selain itu, pada masa pemerintahan Orde Baru juga
dikenal Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yang ditujukan kepada
sebagian orang yang percaya akan keberadaan Tuhan, tetapi bukan pemeluk salah
satu dari agama mayoritas.
Kemiskinan
Kemiskinan adalah keadaan di mana
terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian,
tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh
kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap
pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang
memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya
melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya
dari sudut ilmiah yang telah mapan, dll.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman
utamanya mencakup:
- · Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
- · Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi. Gambaran kemiskinan jenis ini lebih mudah diatasi daripada dua gambaran yang lainnya.
- · Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia. Gambaran tentang ini dapat diatasi dengan mencari objek penghasilan di luar profesi secara halal. Perkecualian apabila institusi tempatnya bekerja melarang.
Kemiskinan bisa dikelompokan dalam dua
kategori, yaitu : Kemiskinan absolut dan Kemiskinan relatif.
Kemiskinan absolut mengacu pada satu set standard yang konsisten, tidak
terpengaruh oleh waktu dan tempat / negara. Sebuah contoh dari pengukuran
absolut adalah persentase dari populasi yang makan dibawah jumlah yg cukup
menopang kebutuhan tubuh manusia (kira kira 2000-2500 kalori per hari untuk
laki laki dewasa).
Bank Dunia mendefinisikan kemiskinan
absolut sebagai hidup dengan pendapatan dibawah USD $1/hari
dan Kemiskinan menengah untuk pendapatan dibawah $2 per hari, dg
batasan ini maka diperkiraan pada 2001 1,1 miliar orang didunia mengonsumsi
kurang dari $1/hari dan 2,7 miliar orang didunia mengonsumsi kurang dari
$2/hari." Proporsi penduduk negara berkembang yang hidup dalam
Kemiskinan ekstrem telah turun dari 28% pada 1990 menjadi 21% pada
2001. Melihat pada periode 1981-2001, persentase dari penduduk dunia yang
hidup dibawah garis kemiskinan $1 dolar/hari telah berkurang separuh. Tetapi ,
nilai dari $1 juga mengalami penurunan dalam kurun waktu tersebut.
Meskipun kemiskinan yang paling parah
terdapat di dunia bekembang, ada bukti tentang kehadiran kemiskinan di setiap
region. Di negara-negara maju, kondisi ini menghadirkan kaum tuna
wisma yang berkelana ke sana kemari dan daerah pinggiran kota
dan ghetto yang miskin. Kemiskinan dapat dilihat sebagai kondisi kolektif
masyarakat miskin, atau kelompok orang-orang miskin, dan dalam pengertian ini
keseluruhan negara kadang-kadang dianggap miskin. Untuk menghindari
stigma ini, negara-negara ini biasanya disebut sebagai negara berkembang.
Agama dan Ilmu pengetahuan dan teknologi
Hubungan Ilmu Pengetahuan Dengan
Agama
Menurut
Muhammad Abduh, agama merupakan sebuah produk Tuhan. Tuhan juga mengajarkannya
kepada umat manusia, dan membimbing manusia untuk menjalankanya. Agama
merupakan alat untuk akal dan logika, bagi orang-orang yang ingin kabar gembira
dan sedih. agama menurut sebagian orang merupakan sesuatu hal yang menyangkut
hati; suatu hal yang sangat berarti; suatu hal yang menuntun jiwa untuk
menemukan keyakinan. Agama dengan eksistensinya telah membuatnya berbeda dengan
segala apa yang pernah ada, membuatnya berbeda dengan dengan segala yang pernah
dimiliki manusia. Agama membuat orang melakukan aktifitas yang harus
bersesuaian dengan apa yang diajarkannya, baik tuntunan itu berat ataupun
ringan. Agama menjadikan kehidupan manusia lebih teratur dalam kehidupannya,
karena segala dorongan dan keinginannya menjadi lebih terarah. Agama menjadi
pemimpin roh jiwa manusia. Ia juga berperan aktif membimbing manusia untuk
memahami ajaran-ajaranya. Diibaratkan seorang manusia layaknya seorang yang berada
diujung pedang, jika salah maka orang tersebut mati olehnya, tetapi agama agama
datang sebagai penyelamat. Apapun yang terjadi pada manusia, ia tidak akan bisa
terlepas dari agama. Sangat mustahil memisahkan kehidupan manusia dari agama.
Seperti halnya menghilangkan luka bekas operasi dari kulit manusia.
Bagi
kalangan barat, agama adalah penghalang kemajuan. Oleh karena itu, mereka
beranggapan, jika ingin maju maka agama tidak boleh lagi mengatur hal-hal yang
berhubungan dengan dunia. Seorang Karl marx mengatakan bahwa agama adalah candu
masyarakat, candu merupakan zat yang dapat menimbulkan halusianasi yang
membius. Marks mendefinisikan bahwa setiap pemikiran tentang agama dan tuhan
sangat berbahaya bagi kehidupan manusia. sebagai seorang materialisme, Marks
sama sekali tidak percaya adanya Tuhan dan secara tegas ia ingin memerangi
semua agama. Dalam pernyataan Marks, sebenarnya yang dimaksud dengan candu
masyarakat merupakan kritik terhadap realitas yang tidak berpihak pada kaum
lemah. Misalnya orang yang sedang kelaparan hanya membutuhkan nasi atau
sepotong roti untuk mengisi perutnya, bukan membutuhkan siraman rohani ataupun
khutbah yang berisikan tentang kesabaran, namun tidak memperdulikan tentang
realitas sosial
Dalam
pandangan saintis, agama dan ilmu pengetahuan mempunyai perbedaan. Bidang
kajian agama adalah metafisik, sedangkan bidang kajian sains / ilmu pengetahuan
adalah alam empiris. Sumber agama dari tuhan, sedangkan ilmu pengetahuan dari
alam.
Dari
segi tujuan, agama berfungsi sebagai pembimbing umat manusia agar hidup tenang
dan bahagia didunia dan di akhirat. Adapun sains / ilmu pengetahuan berfungsi
sebagai sarana mempermudah aktifitas manusia di dunia. Kebahagiaan di dunia,
menurut agama adalah persyaratan untuk mencapai kebahagaian di akhirat.
Menurut
Amstal, bahwa agama cenderung mengedepankan moralitas dan menjaga tradisi yang
sudah mapan, eksklusif dan subjektif. Sementara ilmu pengetahuan selalu mencari
yang baru, tidak terikat dengan etika, progesif, bersifat inklusif, dan
objektif. Meskipun keduanya memiliki perbedaan, juga memiliki kesamaan, yaitu
bertujuan memberi ketenangan. Agama memberikan ketenangan dari segi batin
karena ada janji kehidupan setelah mati, Sedangkan ilmu memberi ketenangan dan
sekaligus kemudahan bagi kehidupan di dunia. Misalnya, Tsunami dalam
Konteks agama adalah cobaan Tuhan dan sekaligus rancangan-Nya tentang alam
secara keseluruhan. Oleh karena itu, manusia harus bersabar atas cobaan
tersebut dan mencari hikmah yang terkandung dibalik Tsunami. Adapun menurut
ilmu pengetahuan, Tsunami terjadi akibat pergeseran lempengan bumi, oleh karena
itu para ilmuwan harus mencari ilmu pengetahuan untuk mendeteksi kapan tsunami
akan terjadi dan bahkan kalau perlu mencari cara mengatasinya.
Karekteristik
agama dan ilmu pengetahuan tidak selau harus dilihat dalam Konteks yang
berseberangan, tetapi juga perlu dipikirkan bagaimana keduanya bersinergi dalam
membantu kehidupan manusia yang lebih layak. Osman Bakar mengatakan bahwa
epistemology, metafisika, teologi dan psikologi memiliki peran penting dalam
mengembangkan intelektual untuk merumuskan berbagai hubungan konseptual agama
dan ilmu pengetahuan. Peran utamanya adalah memberikan rumusan-rumusan
konseptual kepada para ilmuan secara rasional yang bisa dibenarkan dengan ilmiah
dan dapat dipertanggung jawabkan untuk digunakan sebagai premis-premis dari
berbagai jenis sains. Misalnya kosmologi, dengan adanya kosmologi dapat
membantu meringankan dan mengkonseptualkan dasar-dasar ilmu pengetahuan seperti
fisika dan biologi.
Ilmu
pengetahuan yang dipahami dalam arti pendek sebagai pengetahuan objektif,
tersusun, dan teratur. Ilmu pengetahuan tidak dapat dipisahkan dari agama.
Sebut saja al-Quran, al-Quran merupakan sumber intelektualitas dan
spiritualitas. Ia merupakan sumber rujukan bagi agama dan segala pengembangan
ilmu pengetahuan. Ia merupakan sumber utama inspirasi pandangan orang islam
tentang keterpaduan ilmu pengetahuan dan agama. Manusia memperoleh pengetahuan
dari berbagai sumber dan melalui banyak cara dan jalan, tetapi semua
pengetahuan pada akhirnya berasal dari Tuhan. Dalam pandangan al-Quran,
pengetahuan tentang benda-benda menjadi mungkin karena Tuhan memberikan
fasilitas yang dibutuhkan untuk mengetahui. Para ahli filsafat dan ilmuan
muslim berkeyakinan bahwa dalam tindakan berpikir dan mengetahui, akal manusia
mendapatkan pencerahan dari Tuhan Yang Maha mengetahui sesuatu yang belum
diketahui dan akan diketahui dengan lantaran model dan metode bagaimana
memperolehnya.
Al-Quran
bukanlah kitab ilmu pengetahuan, tetapi ia memberikan pengetahuan tentang
prinsip-prinsip ilmu pengetahuan yang selalu dihubungkan dengan pengetahuan
metafisik dan spiritual. Panggilan al-Quran untuk “membaca dengan Nama Tuhanmu”
telah dipahami dengan pengertian bahwa pencarian pengetahuan, termasuk
didalamnya pengetahuan ilmiah yang didasarkan pada pengetahuan tentang realitas
Tuhan. Hal ini dipertegas oleh Ibnu Sina yang menyatakan, Ilmu pengetahuan
disebut ilmu pengetahuan yang sejati jika menghubungkan pengetahuan tentang
dunia dengan pengetahuan Prinsip Tuhan.
Agama
dan ilmu pengetahuan memang berbeda metode yang digunakan, karena masing-masing
berbeda fungsinya. Dalam ilmu pengetahuan kita berusaha menemukan makna
pengalaman secara lahiriyah, sedangkan dalam agama lebih menekankan pengalaman
yang bersifat ruhaniah sehingga menumbuhkan kesadaran dan pengertian keagamaan
yang mendalam. Dalam beberapa hal, ini mungkin dapat dideskripsikan oleh ilmu
pengetahuan kita, tetapi tidak dapat diukur dan dinyatakan dengan rumus-rumus
ilmu pasti.
Sekalipun
demikian, ada satu hal yang sudah jelas, bahwa kehidupan jasmani dan rohani
tetap dikuasai oleh satu tata aturan hukum yang universal. Ini berarti, baik
agama maupun ilmu pengetahuan, yaitu Allah. Keduanya saling melengkapi dan
membantu manusia dalam bidangnya masing-masing dengan caranya sendiri.
Fungsi
agama dan ilmu pengetahuan dapat dikiaskan seperti hubungan mata dan mikroskop.
Mikroskop telah membantu indera mata kita yang terbatas, sehingga dapat melihat
bakteri-bakteri yang terlalu kecil untuk dilihat oleh mata telanjang. Demikian
pula benda langit yang sangat kecil dilihat dengan mata telanjang, ini bisa
dibantu dengan teleskop karena terlalu jauh. Demikian halnya dengan wahyu
Ilahi, telah membantu akal untuk memecahkan masalah-masalah rumit yang diamati
oleh indera. Jika ini hanya dilakukan oleh akal maka akan menyesatkan manusia.
Agama
dan kemiskinan
Dalam agama Islam, kita diajarkan untuk
berbagi. Contohnya dalam kesempatan Idul Fitri, kita diwajibkan untuk
memberikan zakat fitrah apabila kita mampu untuk kemudian dibagikan kepada
saudara kita yang kurang mampu. Selain itu pada kesempatan Idul Adha, kita
diajarkan untuk berkurban berupa hewan ternak untuk sebagian dibagikan bagi
warga sekitar kita yang membutuhkan. Sedekah dan zakat mal yang bisa dilakukan
kapan saja dan diberikan kepada siapa saja juga diajarkan dalam agama Islam.
Ajaran agama yang demikian dapat menurunkan tingkat kemiskinan serta mengurangi
kesenjangan sosial.
Kesimpulan :
Sebagai makhluk sosial yang peka terhadap perkembangan
IPTEK dan beragama, sudah sepantasnya kita turut memajukan negara ini dengan
menangani kemiskinan yang makin merajalela. Tindakan yang dapat kita lakukan
misalnya, dengan memberikan zakat melalui fasilitas transfer kepada badan amal,
atau melakukan donasi untuk membantu sesama dengan cara yang sama.
Daftar pustaka :

0 komentar: