UTS KEWIRAUSAHAAN 2


Nama : Eka Rahmawati Sidik
Kelas  : 4ID13
NPM  : 38416365

Salah satu wirausahawan sukses menurut saya adalah Rachel Vennya. Sedari dulu Rachel Vennya telah merintis usaha kecil-kecilan seperti berjualan kaos kepada teman-teman sebayanya ketika beliau masih sekolah. Hingga sekarang setelah menjadi figur publik, Rachel Vennya telah merintis berbagai usaha seperti sate taichan dan restoran. Selain itu, Rachel Vennya juga memiliki clothing line dan sempat mendirikan sebuah pameran seni modern sebagai realisasi dari tugas akhirnya dalam meraih gelar sarjana. Usaha yang ditekuni Rachel Vennya tergolong populer dengan banyaknya massa yang menjadi pengikut di media sosialnya. Menurut saya, Rachel Vennya termasuk wirausahawan yang sukses karena berhasil membuat dan mempertahankan usahanya sekaligus memanfaatkan peluang dengan ketenaran yang dimiliki sehingga makin diketahui oleh khalayak ramai.

UTS KEWIRAUSAHAAN 1

Nama : Eka Rahmawati Sidik
NPM  : 38416365
Kelas  : 4ID13


Usaha yang saya inginkan yaitu berupa usaha menjual bawang goreng. Proses produksi akan dilakukan oleh pemilik usaha, mengingat jobdesk yang tidak terlalu sulit dan tidak memerlukan waktu yang terlalu lama. Produk akan dipasarkan ke toko kelontong dan warung terdekat. Selain itu, produk akan dipromosikan melalui media sosial Instagram agar dapat menjangkau konsumen di daerah yang lebih luas. Apabila produk sudah lebih dikenal oleh masyarakat, kegiatan promosi dan pemasaran dapat diperluas ke platform Shopee atau menjalin mitra dengan Gojek dan Grab.
Sebelum melakukan proses produksi, seorang wirausahawan harus melakukan perencanaan terhadap usaha yang akan dimulai. Perencanaan tersebut mencakup persiapan modal berupa bahan baku dan alat yang menunjang kegiatan produksi.

Bahan baku:
Bawang merah 1 kg untuk 20 bungkus (@+-50gr) = Rp 50.000
Garam halus 1 kg = Rp 12.000
Minyak 1 liter = Rp 13.000
Total : Rp 75.000

Alat yang diperlukan:
Alat pemotong bawang = Rp 23.300
Wajan = Rp 30.000
Spatula = Rp 20.000
Kompor = Rp 185.000
Gas elpiji 3 kg = Rp 23.000
Saringan = Rp 13.000
Plastic kemasan produk (1 pack) = Rp 25.000
Print stiker merk = Rp 10.000
Timbangan = Rp 35.500
Total : Rp 364.800

Lain-lain:
Biaya transport pembelian bahan dan distribusi = Rp 20.000

Total biaya modal yang dibutuhkan yaitu sebesar Rp 459.800. Rincian modal di atas merupakan perhitungan untuk modal memulai usaha, karena termasuk modal pembelian alat produksi. Untuk modal produksi selanjutnya, modal yang akan dihitung hanyalah modal pembelian bahan dan biaya transportasi saja. Harga jual produk sendiri akan ditetapkan setelah menentukan persentase laba yang diinginkan.

Tugas Etika Profesi (V-Class 5)


1.     Kode etik profesi bidang desain:
·         Menyimpan rahasia kelebihan dan kekurangan fasilitas perusahaan yang ada.
·         Tidak menyalahgunakan fasilitas yang akan dirancang.
·         Memperbaiki layout seefisien mungkin untuk memaksimalkan output dari proses produksi.
·         Tidak melakukan penyalahgunaan dana yang dianggarkan untuk perbaikan proses.
·         Menjaga rahasia mengenai inovasi produk yang belum diluncurkan ke public.
·         Tidak menyalahi peraturan perundang-undangan yang ada mengenai hak cipta dan hak atas kekayaan intelektual.
2.      Kode etik profesi bidang pengoperasian sistem industri:
·      Melaksanakan job desk  sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.
·      Menerapkan sikap kerja yang siaga, sigap, serta tidak lalai sehingga tidak merugikan pekerja lain.
·      Jujur dan teliti dalam melakukan inspeksi dan pengawasan.
·      Bertanggung jawab serta mengerahkan segala kemampuan dan pengalaman untuk berupaya mencapai hasil terbaik
3.      Kode etik profesi bidang perbaikan sistem industri
·           Tidak membocorkan rahasia perusahaan mengenai maintenance peralatan dalam perusahaan,
·           Melakukan pemeriksaan dan perbaikan secara teliti dan efisien.
·           Menjadwalkan pemeliharaan mesin.


TUGAS ETIKA PROFESI (V-CLASS 3)

Berikut adalah distribusi mata kuliah jurusan teknik industri yang berasal dari masing-masing pendekatan Scientific Management, Administrative dan Behaviour, Management Science, dan Integrated System.

Scientific Management
Adm & Behavior Management
Management Science
Systemic & Integrated
Analisis dan pengukuran kerja
Organisasi & manajemen perusahaan industri
Pemodelan dan simulasi sistem
Computer integrated maunfacturing
Perancangan system kerja dan ergonomi
Psikologi industri
Perancangan tata letak fasilitas
Pengendalian dan penjaminan mutu

Sistem penunjang keputusan
Analisis kelayakan pabrik
Analisis Kelayakan Proyek

Hukum industri
Metode stokastik
Sistem intelijen


Penelitian Operasional
Perencanaan dan perancangan produk


Supply chain management





Tugas Etika Profesi (VCLASS 2)


1.      Profesi dan kode etik profesi yang relevan dengan bidang teknik industri antara lain:
a.       Project manager
Kode etik:
·         Menerapkan kejujuran dan berlaku adil dan amanah.
·         Saling menghormati dalam lingkungan organisasi ataupun dalam tim.
·         Memiliki integritas yang tinggi.
·         Toleransi terhadap ambiguitas dan ketidakpastian.
·         Tegas dan terbuka kepada rekan kerja.
·         Menyeimbangkan antara kepentingan anggota tim, kepentingan tim, dan kepentingan proyek.
b.      Finance manager
Kode etik:
·         Jujur dan berdedikasi dalam merencanakan sumber dan alokasi keuangan.
·         Bertanggung jawab dalam memberikan informasi keuangan dan hasil produksi.
c.       Human Resources Director
Kode etik:
·         Tegas dalam mengawasi dan mengatur perilaku pegawai.
·         Teliti dalam memantau perkembangan dari setiap kegiatan para pegawai.
d.      Quality control manager
Kode etik:
·         Jujur dan bertanggung jawab dalam mengawasi dan mengendalikan kualitas produk yang dihasilkan.
·         Teliti dalam memeriksa sampel hasil produksi.
e.       Training & development manager
Kode etik:
·         Berdedikasi dalam melaksanakan pelatihan dan pengembangan pegawai.
·         Adil dan lugas dalam memberikan feedback kepada pegawai.

Tugas Etika Profesi (V-CLASS 1)


  1. Profesi-profesi yang relevan dengan teknik industri antara lain:

·    Teknisi teknik industri, yaitu profesi yang membantu insinyur industri dalam merancang sistem efisien yang mengintegrasikan pekerja, mesin, bahan, informasi, dan energi untuk membuat produk atau menyediakan jasa. Teknisi teknik industri menyiapkan tata letak mesin dan peralatan, merencanakan alur kerja, melakukan studi produksi secara statistik, dan menganalisis biaya produksi.
·       Ahli logistik, yaitu profesi yang mengalaisis dan mengkoordinasikan rantai pasok sebuah organisasi. Ahli logistik mengatur seluruh siklus produk yang mencakup bagaimana sebuah produk diperoleh, dialokasikan, dan dikirimkan ke konsumen.
·      Analis manajemen atau konsultan manajemen, adalah profesi yang mengusulkan cara-cara untuk meningkatkan efisiensi sebuah organisasi. Analis manajemen menganjurkan cara mengurangi biaya dan meningkatkan pendapatan kepada manager perusahaan.
·    Divisi teknik industri khusus, yaitu divisi yang bertujuan untuk mengintegrasikan dan mengoptimalkan keseluruhan system industri dari hulu ke hilir.
·   Divisi produksi, yaitu divisi yang bertujuan untuk mengoptimalkan rantai produksi. Biasanya bekerja sama dengan ahli-ahli dari disiplin ilmu lain, seperti bidang pertambangan, dan teknologi pangan.
·      Divisi teknik, yaitu divisi yang berkaitan erat dengan mesin, peralatan, dan fasilitas lain dalam bidang produksi.
·   Divisi pergudangan, yaitu divisi yang bertugas dalam perencanaan produksi dan pengaturan gudang.
·   Divisi SHE (Safety, Health, and Environment), yaitu divisi yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan pekerja, terutama yang menyangkut ergonomi. Selain itu, divisi ini juga merancang system, metode kerja, serta pengelolaan limbah industry.
·      Divisi Human Resource, divisi yang bertugas untuk mengatur instrument kerja, seperti sumber daya manusia, pembentukan tim kerja, dan lain-lain.
·    Divisi pemeliharaan, yaitu divisi yang mempunyaik elebihan di bidang teknik dan manajemen system.
·    Divisi perencanaan biaya, yaitu divisi yang bertugas untuk merencanakan pembiayaan serta analisis biaya untuk kepentingan internal perusahaan.
·      Divisi kontrol kualitas, yaitu divisi yang bertugas untuk memeriksa kualitas bahan baku hingga produk jadi untuk mempertahankan daya saing perusahaan.
·   Divisi Research and Development, yaitu divisi yang bertugas untuk merancang dan mengembangkan produk.
·     Divisi supply chain management, yaitu divisi yang bertugas untuk mengatur arus produksi dari hulu ke hilir.
Sumber:
2   2. Contoh aktivitas tidak beretika sebagai seorang sarjana teknik industri antara lain:
·   Tidak bertanggung jawab dalam melakukan pekerjaannya, misalnya mengerjakan sebuah proyek secara asal-asalan serta tidak memperhatikan dampak dari pekerjaan tersebut.
·  Merampas hak orang lain, misalnya membuang limbah hasil produksi yang berpotensi mencemari lingkungan ke sungai yang digunakan oleh penduduk sekitar.
·   Mengerjakan pekerjaan di luar kewenangan dan keahliannya, misalnya mengambil proyek di bidang yang tidak dikuasai sehingga risiko yang mungkin muncul tidak dapat diperhitungkan secara matang, yang mana berkaitan dengan poin sebelumnya.
Sumber :
   3. Organisasi profesi yang relevan dengan ilmu komputer:
·  IACSIT (International Association of Computer Science) adalah asosiasi keilmuan internasional yang terregistrasi yang beranggotakan kepala pusat-pusat riset dan pengembangan, manajer, ilmuan, sarjana ilmu computer, dan lain sebagainya.
·   ACM (Association for Computing Machinery) adalah serikat ilmiah dan pendidikan komputer pertama di dunia yang didirikan pada tahun 1947 di New York,  yang terdiri dari sekitar 78.000 profesional dan pelajar di bidang Komputer.
·   IEEE Computer Society, yaitu himpunan professional yang didedikasikan untuk ilmu komputer dan teknologi. Organisasi ini berdiri tahun 1946 dan berbasis di Washington D.C.
Sumber:

Tugas Pengetahuan Lingkungan (Limbah Rumah Tangga)


Nama   : Eka Rahmawati Sidik
NPM   : 38416365
Kelas   : 3ID13
Tanggal upload : 16 Mei 2019

Telah dilakukan pengamatan terhadap pencemaran lingkungan yang terjadi di lingkungan tempat tinggal saya. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi pencemaran apa saja yang terjadi, sumber yang menyebabkan pencemaran, potensi yang disebabkan oleh pencemaran, serta akibat dari pencemaran tersebut.
 

Foto di atas adalah gambaran dari pembuangan limbah rumah tangga di Perumahan Bukit Hijau Karawaci, Tangerang. Limbah padat organik dan anorganik yang teridentifikasi berasal dari kegiatan rumah tangga yang berupa sisa-sisa makanan dan sampah padat lainnya, seperti plastik, kertas, dedaunan, dan kaca. Sampah sisa kegiatan rumah tangga ini dibuang di tempat sampah tertutup di depan tempat tinggal warga. Hal ini menimbulkan potensi pencemaran udara. Sampah sisa makanan basah seringkali menimbulkan bau tak sedap sehingga mengganggu penciuman masyarakat sekitar. Selain itu, plastik dan kaca sebagai bahan yang tidak mudah terurai secara alami berpotensi untuk menyebabkan pencemaran lingkungan yang berkepanjangan apabila tidak segera dikurang penggunaannya.
Saluran air di Perumahan Bukit Hijau Karawaci mengalirkan limbah cair sisa cucian sekaligus menampung aliran air hujan. Air sisa kegiatan mencuci mengandung deterjen yang apabila terbuang dalam jumlah banyak di saluran air akan memicu kondisi pesatnya pertumbuhan ganggang serta lama-kelamaan akan menyebabkan organisme yang hidup di saluran air tersebut mati, dalam kata lain menyebabkan pencemaran air. Pencemaran air yang disebabkan oleh air sisa kegiatan mencuci ini dapat diidentifikasi dari berubahnya warna air di saluran air menjadi kehijauan. Selain itu, deterjen mengandung surfaktan yang berasal dari minyak bumi dan sulit terurai di alam bebas, sehingga secara tidak langsung berpengaruh pada pemanasan global.